Senin, 19 Desember 2016

Rangkuman SKP 'Patiant Safety Goals'

Ketenangan, kehormatan dan bersikap rendah hati


Standar Akreditasi Versi 2012
KELOMPOK : SKP

Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Rumah Sakit / INTERNATIONAL PATIENT SAFETY GOALS (IPSG), terbagi menjadi enam sasaran, meliputi :
  1. Sasaran : Ketepatan identifikasi pasien
  2. Sasaran : Peningkatan komunikasi yang efektif
  3. Sasaran : Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
  4. Sasaran : Kepastian Tepat-Lokasi, Tepat-Prosedur, Tepat-Pasien Operasi
  5. Sasaran : Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
  6. Sasaran : Pengurangan risiko pasien jatuh
Dari enam sasaran keselamatan pasien, unsur yang utama dari layanan asuhan ke pasien adalah komunikasi efektif.

Tujuan Sistem Keselamatan Pasien Rumah Sakit adalah :
  1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit
  2. Meningkatnya akuntabilitas Rumah Sakit terhadap pasien dan masyarakat
  3. Menurunnya KTD di Rumah Sakit
  4. Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi penanggulangan KTD

Sedangkan tujuan keselamatan pasien secara internasional adalah :
  1. Identify Patients Correctly (mengidentifikasi pasien secara benar)
  2. Improve Effective Communication (meningkatkan komunikasi yang efektif)
  3. Improve the Safety of High-Alert Medications (meningkatkan keamanan dari pengobatan resiko tinggi)
  4. Eliminate Wrong Dite, Wrong Patient, Wrong Procedure Surgery (mengeliminasi kesalahan penempatan, kesalahan pengenalan pasien, kesalahan prosedur operasi)
  5. Reduce the Risk of Health Care-Associated Infections (mengurangi risiko infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan)
  6. Reduce the Risk of Patient Harm from Falls (mengurangi risiko pasien terluka karena jatuh)


SASARAN I :
IDENTIFIKASI PASIEN DENGAN BENAR (Identify Patients Correctly)

Maksud dan Tujuan IDENTIFIKASI PASIEN DENGAN BENAR (Identify Patients Correctly) :
  1. Teridentifikasi dengan tepat dan benar pasien sebagai individu  yang akan menerima pelayanan / tindakan / prosedur
  2. Meningkatnya ketepatan pemberian pelayanan medis / keperawatan kepada pasien
Standar dan Elemen Penilaian
IDENTIFIKASI PASIEN DENGAN BENAR (Identify Patients Correctly) :
  1. RS harus menetapkan metode ketepatan identifikasi pasien/kebijakan identifikasi pasien
  2. Identifikasi pasien menggunakan 2 identitas dari minimal 3 identitas
  • Nama Pasien (E-KTP)
  • Tanggal, bulan dan tahun lahir
  • Nomer Rekam Medis (MR)
  • Gelang pasien
Cara identifikasi pasien :
  • Secara verbal tanyakan nama pasien
  • Secara visual lihat ke gelang pasien
  • Berikutnya lihat menggunakan 2 identitas dari minimal 3 identitas
INGAT !
Dilarang identifikasi pasien dengan nomor kamar atau tempat tidur pasien (lokasi)

Warna gelang identitas pasien :
  • Biru (laki - laki)
  • Pink (Wanita)
Dengan warna gelang stiker ( penanda ) pasien :
  • Kuning (Resiko Jatuh)
  • Merah (Alergi Obat)
  • Pink (High Allert)
  • Hijau (Alergi Latex)
  • Ungu (DNR)
Pemakain Gelang Pasien :
  • Dewasa : Pasang ditangan yg dominan atau di kaki pasien
  • Bayi : Pasang di Tangan ( Nama Bayi ) dan kaki ( Nama Ibu )
  • Tidak Punya Tangan : Pasang di Kaki
  • Tidak Punya Tangan dan Kaki : Pasang di Baju/Pakaian/Badan.
  • Meninggal : Pasang Tangan dan Kaki
Pasien akan ditanya :
  • Apakah petugas menjelaskan tentang manfaat pemasangan gelang
  • Apakah petugas selalu mengidentifikasi nama pasien sebelum melakukan tindakan
Informasi yang dibutuhkan pemasangan gelang :
  • Jelaskan manfaat, bahaya bila : menolak, melepas, menutupi gelang identitas
  • Minta pasien untuk mengingatkan petugas bila akan melakukan tindakan / memberikan obat tidak mengkonfirmasi identitas dan mengecek ke gelang
Area yang wajib melakukan identifikasi pasien :
  • Keperawatan
  • Rawat inap
  • Rawat jalan
  • IGD
  • Bagian Registrasi Pasien
  • Rekam Medis
  • Dokter
  • Farmasi
  • Rehabilitasi Medik
  • Penunjang Medik (Laboratorum/Radiologi/Diagnostik)
Kapan identifikasi pasien  dilakukan
Identifikasi pasien harus dilakukan sebelum :
  • Memberikan obat, darah, atau  produk darah
  • Mengambil darah dan spesimen lain untuk pengujian klinis
  • Sebelum memberikan perawatan dan prosedur
  • Bagi bayi, identifikasi juga dilakukan sebelum mentransfer pasien dari kamar bayi ke kamar ibu
  • Sebelum memberikan pengobatan
  • Sebelum memberikan tindakan
Melakukan identifikasi pasien dengan benar :
Rawat Inap
  • Pasien Sadar
  • Tanyakan nama pasien ( Identifikasi aktif )
  • Pasien diminta menyebutkan  namanya dengan lengkap
  • Cocokkan nomor rekam medis
  • Pasien Tidak Sadar/ Bayi/ Hambatan Komunikasi
  • Tanyakan nama pasien pada keluarga/pendamping ( identifikasi aktif )
  • Cocokkan nomor rekam medis
Rawat Jalan
  • Tanyakan nama pasien dan tanggal lahir ( identifikasi aktif )
  • Cocokan dengan dokumen yang ada
Monitoring dan Evaluasi Identifikasi Pasien :
  • Dengan cara Audit
  • Kuesioner kepada staf
  • Observasi pelaksanaan
  • Kuesioner kepada pasien
Indikator Klinik dan Parameter Pengukuran :
  • Cara Audit
  • Indikator
  • Pengukuran Kriteria Sukses Numerator
  • Denominator
  • Observasi Pelaksanaan
Total staf yang diaudit semua mampu melakukan proses identifikasi pasien secara lengkap dan benar  (100%)


SASARAN II :
MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN MELALUI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Kebijakan Dasar SPO
  1. Setiap order secara lisan atau melalui telepon atau melaporkan hasil-hasil pemeriksaan dengan nilai yang kritis, maka yang memberikan order harus memverifikasi kelengkapan order tersebut dengan meminta pada penerima order untuk membacakan kembali atau "read back" kelengkapan order tersebut.
  2. Mengembangkan kebijakan dan prosedur yang mengarahkan pada keakuratan komunikasi lisan atau melalui telepon.
  3. Orang yang menerima informasi atau order, mencatat kelengkapan order atau hasil pemeriksaan atau menginput ke dalam komputer.
  4. Orang yang menerima informasi atau order membacakan kembali atau “ read back “ secara lengkap
  5. Orang yang memberikan order mengkonfirmasi kembali informasi atau order tersebut
Singkatan baku yang tidak boleh digunakan Standar Dasar SPO :
  1. RS harus membakukan daftar singkatan, akronim, simbol, dan penandaan dosis yg tidak boleh digunakan di seluruh bagian RS
  2. Menetapkan dan mengimplementasikan daftar singkataan baku, akronim, simbol-simbol dan penandaaan dosis yang tidak boleh digunakandi seluruh bagian RS dan menggunakannya pada semua pendokumentasian baik secara manual maupun dgn komputer.
  3. Gunakan singkatan yg sudah terstandar.
  4. Tulis kata dengan lengkap bila tidak ada dalam daftar singkatan.
RS mengimplementasikan pendekatan yang standar/ baku untuk “ metode komunikasi serah terima informasi kesehatan pasien “. HAND OFF COMMUNICATIONS ( komunikasi serah terima pasien antar perawat dan/staf medis )
Tujuan :
  • Untuk menyediakan informasi secara akurat, tepat waktu tentang rencana keperawatan, pengobatan, kondisi terkini, dan perubahan kondisi pasien yang baru saja terjadi ataupun yang dapat di prediksi selanjutnya.
Komunikasi Efektif :
  • Strategi Pendekatan sistematik untuk memperbaiki komunikasi diantara tenaga kesehatan.
  • Berlaku untuk semua petugas saat melakukan pelaporan
Komunikasi verbal menerapkan :
Tekhnik Tul - Ba - Kon (Tulis - Baca - Konfirmasi kembali) / Write Down - Read Back - Confirmation

Komunikasi SBAR
  • Adalah kerangka teknik komunikasi yang disediakan untuk petugas kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien.
  • SBAR adalah metode terstruktur untuk mengkomunikasikan informasi penting yg membutuhkan perhatian segera dan tindakan berkontribusi terhadap eskalasi yang efektif dan meningkatkan keselamatan pasien
  • SBAR juga dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan serah terima antara shift atau antara staf di daerah klinis yang sama atau berbeda. Melibatkan semua anggota tim kesehatan untuk memberikan masukan ke dalam situasi pasien termasuk memberikan rekomendasi.
  • SBAR memberikan kesempatan untuk diskusi antara anggota tim kesehatan atau tim kesehatan lainnya.
Keuntungan dari penggunaan metode SBAR adalah :
  • Kekuatan perawat berkomunikasi secara efektif.
  • Dokter percaya pada analisa perawat karena menunjukkan perawat paham akan kondisi pasien.
  • Memperbaiki komunikasi sama dengan memperbaiki keamanan  pasien.
Komunikasi efektif SBAR :
  • Dilakukan saat menerima instruksi verbal / lisan dan saat menerima informasi hasil tes kritis secara verbal / lisan
  • Dapat diterapkan oleh semua tenaga kesehatan, diharapkan semua tenaga kesehatan maka dokumentasi tidak terpecah sendiri-sendiri.
  • Diharapkan dokumentasi catatan perkembangan pasien terintegrasi dengan baik, sehingga tenaga kesehatan lain dapat mengetahui perkembangan pasien
Kerangka Komunikasi Efektif  Metode SBAR :
➊ Situation :
  • Bagaimana situasi yang akan dibicarakan/dilaporkan?
  • Mengidentifikasi nama diri petugas dan pasien.
  • Diagnosa medis
  • Apa yang terjadi dgn pasien yang memprihatinkan
➋ Background :
  • Apa latar belakang informasi klinis yang berhubungan dgn situasi?
  • Obat saat ini dan alergi
  • Tanda-tanda vital terbaru
  • Hasil laboratorium : tanggal dan waktu tes dilakukan dan hasil tes sebelumnya untuk perbandingan
  • Riwayat medis
  • Temuan klinis terbaru
➌ Assessment :
  • Berbagai hasil penilaian klinis perawat
  • Apa temuan klinis?
  • Apa analisis dan pertimbangan perawat?
  • Apakah masalah ini parah / mengancam kehidupan?
➍ Recommendation :
  • Apa yang perawat inginkan  terjadi dan kapan?
  • Apa tindakan / rekomendasi yang diperlukan untuk memperbaiki masalah?
  • Apa solusi yang bisa perawat tawarkan dokter?
  • Apa yang perawat butuhkan dari dokter utk memperbaiki kondisi pasien?
  • Kapan waktu yang perawat harapkan tindakan ini terjadi?
Komunikasi efektif, yang tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan yang dipahami oleh resipien / penerima akan mengurangi kesalahan, dan menghasilkan peningkatan keselamatan pasien. Komunikasi dapat secara elektronik, lisan, atau tertulis.
Komunikasi yang paling mudah mengalami kesalahan adalah perintah diberikan secara lisan dan yang diberikan melalui telpon.

Untuk mengurangi kesalahan dalam komunikasi maka setiap petugas wajib :
  • Lakukan komunikasi, baik lisan maupun  tertulis dgn sejelas-jelasnya.
  • Perintah lisan dan yang melalui telepon ataupun hasil pemeriksaan dituliskan secara  lengkap oleh penerima perintah / hasil pemeriksaan  tersebut.
  • Perintah lisan dan melalui telpon atau hasil pemeriksaan secara lengkap dibacakan kembali oleh penerima perintah atau hasil pemeriksaan tersebut.
  • Perintah atau hasil pemeriksaan dikonfirmasi oleh individu yang memberi perintah atau hasil pemeriksaan tersebut
Lakukan komunikasi, baik lisan maupun  tertulis dgn sejelas-jelasnya.
Jika pesan lisan meragukan, segera klarifikasi dgn phonetic alfabeth kepada pemberi pesan sbb :
         
             A Alfa N November
             B Bravo O Oscar
             C Charlie P Papa
             D Delta Q Quebec
             E Echo R Romeo
             F Foxtrot S Sierra
             G Golf T Tango
             H Hotel U Uniform
             I India V Victor
             J Juliet W Whiskey
             K Kilo X X ray
             L Lima Y Yankee
             M Mike Z Zulu

Komunikasi tertulis wajib menggunakan tulisan yang mudah dibaca minimal oleh 3 orang.


SASARAN III :
MENINGKATKAN KEAMANAN OBAT DENGAN KEWASPADAAN TINGGI ( IMPROVE THE SAFETY OF HIGH ALERT MEDICATIONS )

Kebijakan
  1. Menetapkan daftar obat yang bentuknya mirip dan nama kedengaran mirip ( Look Alike Sound Alike : LASA/Sound Alike Look Alike Drugs : SALAD ), review minimal setiap tahun.
  2. Menetapkan tindakan pencegahan akibat kesalahan karena tertukar/ salah penempatan obat LASA/ SALAD.
  3. Elektrolit konsentrat tidak distok/ disimpan di ruang- ruang rawat, kecuali untuk kebutuhan klinik boleh di stok dalam jumlah terbatas di area-area tertentu misalnya kamar operasi, Dialysis unit, IGD, ICU/ICCU, penyimpanan dan pemberian harus sesuai dengan persyaratan.
  4. Untuk memenuhi kebutuhan penggunaan elektrolit konsentrat  pasien-pasien di ruang-ruang rawat lainnya khususnya potassium chloride, disiapkan langsung oleh staf bagian Farmasi dalam bentuk sediaan yang sudah di dilusi.
  5. Obat dan cairan lainnya yang ditempatkan dalam kontainer harus diberi label termasuk bila hanya ada 1 jenis obat yang sedang digunakan.
  6. Label dituliskan nama obat, kekuatan obat, jumlah, tanggal kadaluarsa ( bila tidak digunakan dalam 24 jam, dan waktu kadaluarsa bila kadaluarsa terjadi dalam waktu < 24 jam )
  7. Buang obat atau cairan segera bila ditemukan tidak berlabel.
  8. Vial / ampul / wadah obat atau cairan jangan dibuang sampai  prosedur atau tindakan selesai, terutama di kamar operasi atau ruang prosedur
  9. Label pada kontainer steril harus dibuang pada setiap selesai suatu prosedur/tindakan
Improve the safety of high-alert medications (meningkatkan keamanan dari pengobatan resiko tinggi), tips :
  • Pemberian elektorlit pekat harus dengan pengenceran dan menggunakan bel khusus.
  • Setiap pemberian obat menerapkan prinsip 7 benar
Prinsip 7 Benar Pemberian Obat :
PAS DIKASI OBAT DO R TU DOK
  • Benar Pasien 
➀ Cek nama pasien pd label
➁ Gunakan dua cara untuk identifikasi (nama dan tanggal lahir).
➂ Minta pasien untuk menyebutkan identitasnya
  • Benar Indikasi : Lihat dibrosur obat dan MIMS ISO tentang indikasi
  • Benar Obat : Cek label obat dan cek resep
  • Benar Dosis : Cek resep, cek kesesuaian dosis dan retervasi
  • Benar Rute - Cara Pemberian : 
➀ Cek resep dan kesesuaian rute pemberian pada resep.
➁ Pastikan pasien dapat menggunakan obat sesuai rute pemberian yg tertulis  pada resep
  • Benar Waktu Pemberian : 
➀ Cek frekuensi obat yang diresepkan.
➁ Lakukan double check untuk memastikan obat yang diberikan pada jam yg tepat
  • Benar Dokumentasi : 
➀ Dokumentasikan setiap pemberian obat yang telah dilakukan.
➁ Catat waktu, rute dan informasi lainnya yang diperlukan.
Pastikan pengeceran dan pencampuran obat dilakukan oleh orang yang kompeten.
Pisahkan atau beri jarak penyimpanan obat terlihat mirip dan kedengarannya mirip :

  • Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip (NORUM) atau Look Alike Sound Alike (LASA). 
  • Elektrolit konsentrat (misalnya,  kalium klorida 2meq/ml atau yang lebih pekat, kalium fosfat, natrium klorida lebih pekat dari 0.9%, dan magnesium sulfat = 50%. Obat yang berkatagori tersebut diatas, merupakan obat yang sering menyebabkan Kecelakaan Tak Disengaja (KTD) dan/atau kejadian Sentinel (Berat).
  • Tidak menyimpan obat kategori kewaspadaan tinggi dimeja dekat pasien tanpa pengawasan.
  • Biasakan mengeja nama obat  dengan kategori LASA, saat memberi / menerima instruksi

Macam kesalahan bisa terjadi :
Secara tidak sengaja bila petugas tidak mendapatkan orientasi sebelum ditugaskan pd keadaan gawat darurat

Labeling (Penandaan) :
  1. High Aler
  2. Lasa
  3. Obat Kanker
High Aler
Obat yg memerlukan kewaspadaan tinggi

Daftar HAM ( High Allert Medication ) :
  • Elektrolit Konsentrat
  • Kalium Klorida (KCl)
  • Natrium klorida (NaCl) 3%
  • Magnesium sulfat (MgSO4)
  • Natrium bikarbonat
( NORUM : Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip )

Pemberian HAM ( High Allert Medication ) :
  • Pengecekan ganda / Double Check
  • Wajib mendokumentasikan  pemberian obat HAM
  • Monitoring secara periodic selama pasien menerima HAM
LASA
Obat  yg masuk dlm daftar Look Alike Sound Alike ( LASA ) yaitu memiliki nama / penampilan yg mirip dg obat lain, contoh :
  • Platosin
  • Carbosin
  • Heparin
Ada juga yang mengistilahkan SALAD ( Sound Alike Look Alike Drugs )
Versi Indonesianya yaitu NORUM ( Nama Obat Rupa Ucapan Mirip )
Istilah ini ada di Permenkes RI No : 1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit, LASA masuk ke dalam obat-obatan yang perlu diwaspadai (high-alert medications ), yaitu obat yang  sering menyebabkan terjadi kesalahan/kesalahan serius (sentinel event ), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome).

Beberapa faktor yang berkontribusi bikin bingung :
  • Tulisan tangan yang tidak jelas
  • Nama obat tidak lengkap
  • Produk baru, masih gress, gak banyak yang tahu
  • Kemasan atau label yang mirip
  • Penggunaan klinis yang sama
  • Kekuatan obat, dosis, dan frekuensi pemberian sama

Strategi Komunikasi untuk mencegah terjadinya kesalahan karena LASA :

Permintaan Tertulis :
  • Tambahkan merk dagang dan nama generiknya pada resep, terutama untuk obat yg 'langganan' bermasalah.
  • Tulis secara jelas, pake  huruf tegak kapital. Metode Tall man digunakan untuk membedakan huruf yg tampaknya sama dgn obat yang mirip dengan memberi huruf kapital, maka petugas akan lebih berhati-hati dgn obat yang lasa.
  • Hindari singkatan-singkatan yang bikin bingung (Hanya yang menulis dan Tuhan yang tahu
  • Tambahkan bentuk sediaan juga di resep, misal metronidazol 500 mg, sediaan tablet dan infusnya sama-sama 500 mg.
  • Sertakan kekuatan obat.
  • Sertakan petunjuk penggunaan.
  • Tambahkan juga tujuan/ indikasi pengobatan, biar makin jelas.
  • Gunakan resep preprinted, atau electronic prescribing, paperless, go green. 
Contoh nama obat yang look-alike :
  • metFORmin--metRONIdaZOL
  • ePINEFrin--efeDRIN
Permintaan Lisan
  • Batasi permintaan verbal, hanya untuk obat tertentu, misalnya hanya dalam keadaan emergency. 
  • Hindari permintaan via telepon, kecuali benar-benar penting, ada form permintaan via telepon yg akan ditandatangani. ➂ Diperlukan teknik mengulangi permintaan, dibacakan lagi permintaannya, jadi ada kroscek.

Strategi buat tenaga kesehatan untuk mencegah error karena LASA :
  • Tidak menyimpan obat lasa secara alfabet.
  • Letakkan di tempat terpisah, misalnya tempat obat fast moving.
  • Resep harus menyertakan semua elemen yg diperlukan, misalnya nama obat, kekuatan dosis, bentuk sediaan, frekuensi dll.
  • Cocokkan indikasi resep dgn kondisi medis pasien sebelum dispensing atau administering.
  • Membuat strategi pada obat tertentu yg penyebab errornya diketahui, misalnya pada obat yang kekuatannya beda-beda, atau pd obat yg kemasannya mirip-mirip.
  • Laporkan eror yang aktual dan potensial (berpeluang terjadi error).
  • Diskusikan penyebab terjadinya eror dan strategi ke depannya.
  • Sewaktu penyerahan, tunjukkan obat sambil diberikan informasi, supaya pasien mengetahui wujud obatnya dan untuk mereview indikasinya.

Obat Kanker
Obat yg hrs ditangani dengan hati-hati oleh setiap petugas yang menyimpan & mendistribusikan


SASARAN IV :
KEPASTIAN TEPAT LOKASI, TEPAT PROSEDUR, TEPAT PASIEN.

Maksud dan Tujuan Tindakan Operasi di Rumah Sakit merupakan tindakan yang mengkhawatirkan dan sering terjadi kesalahan dan rawan tuntutan.
Kesalahan meliputi :
  1. Salah-lokasi
  2. Salah-prosedur
  3. Salah Pasien
Penyebabnya kurang adekuat pada proses :
  1. Komunikasi antara anggota tim bedah
  2. Asesmen pasien
  3. Penelaahan ulang catatan medis kurang/ tidak melibatkan pasien di dalam penandaan lokasi
  4. Tidak melakukan prosedur untuk verifikasi
  5. Budaya yang tidak mendukung komunikasi terbuka antar anggota tim bedah
Indikator Keselamatan Operasi :
  1. Menggunakan tanda yang mudah dikenali untuk identifikasi lokasi operasi dan mengikutsertakan pasien dalam proses penandaan.
  2. Menggunakan checklist atau    proses lain untuk verifikasi lokasi yang tepat, prosedur yang tepat, dan pasien yang tepat sebelum operasi, dan seluruh dokumen serta peralatan yang dibutuhkan tersedia, benar dan berfungsi.
  3. Seluruh tim operasi membuat dan mendokumentasikan prosedur time out sesaat sebelum prosedur operasi dimulai.
Bilamana Site Marking dilakukan?, site marking dilakukan pada :
  1. Pada organ yang memiliki 2 sisi, kanan dan kiri.
  2. Multiple structures/memiliki  banyak struktur (jari tangan, jari kaki)
  3. Multiple level/memiliki tingkatan  (operasi tulang belakang, cervical, thorak, lumbal)
  4. Multipel lesi yang pengerjaannya  bertahap (mata, wajah dan gigi)

Anjuran Penandaan Lokasi Operasi (Site Marking) :
  1. Gunakan tanda yang telah disepakati dan konsisten
  2. Site marking dilakukan dokter yang akan melakukan tindakan bedah dengan melibatkan pasien / saat pasien masih terjaga bila dimungkinkan
  3. Tandai pada atau dekat daerah  insisi dan dilakukan saat pasien dan harus terlihat saat pasien dipersiapkan.
  4. Gunakan tanda yang tidak  ambigu (contoh : tanda “X” merupakan tanda yang ambigu)
  5. Daerah yang tidak dioperasi,  jangan ditandai kecuali sangat diperlukan
  6. Gunakan penanda yang tidak mudah terhapus (contoh : Gentian Violet)
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melaksanakan International Patien Safety Goal ( Tiga Komponen Safe Surgery ) meliputi :
  • Verifikasi pra Bedah : 
➀ Dokumen yang terkait.
➁ Pemeriksaan Penunjang. ➂ Alat-alat atau bahan khusus yang diperlukan tersedia, benar dan berfungsi dengan baik.
  • Penandaan / Marking : Penandaan dilakukan pada semua kasus termasuk sisi (laterality), multipel dll. Perlu melibatkan pasien : bila sadar
  • Check List Keselamatan Operasi  (Sign in – Time Out – Sign out)
WHO mengidentifikasi tiga fase operasi yaitu sebelum induksi anestesi (" sign in"), sebelum sayatan kulit (" time out "), dan sebelum pasien meninggalkan ruang operasi (" sign out ")  (Cavoukian, 2009).
Tiga fase sebelum operasi :
  1. Fase Sign In : Fase dimulai sebelum pasien dilakukan induksi anestesi. Fase ini dihadiri minimal oleh perawat dan perawat anestesi. Sebagai indikator meliputi : ➀ Pastikan identitas / konfirmasi meliputi : nama pasien, no CM, tanggal lahir, gelang pasien terpasang dengan benar. ➁ Penentuan lokasi operasi. ➂ Bagaimana prosedur operasi. ➃ Pastikan persetujuan tindakan sudah ditanda tangani oleh orang yang secara hukum berhak menandatangani. ➄ Penandaan lokasi operasi dan sisi operasi sudah benar. ➅ Mesin, alat dan obat anestesi lengkap dan berfungsi. ➆ Pastikan monitor tanda vital terpasang dengan baik. ➇ Cek kembali apakah pasien memiliki riwayat penyakit seperti alergi, jantung, hipertensi, DM dll. ➈ Apakah pasien mempunyai penyulit nafas. Bagaimana dengan resiko kehilangan darah dan persiapan yg diperlukan untuk antisipasinya. Pastikan akses intra vena. Jika diperlukan konsultasi dengan bagian terkait. Perkiraan waktu operasi dalam jam dan bagaimana status ASA pasien
  2. Fase Time Out : Fase ini dilakukan sebelum pasien di insisi / sebelum sayatan kulit. Fase ini dihadiri minimal oleh perawat, ahli anestesi dan operator. Sebagai indikator meliputi : ➀ Setiap anggota tim operasi memperkenalkan diri (nama dan tugas / peran ) & berdo'a. ➁ Konfirmasi meliputi : nama pasien, no CM, prosedur, lokasi insisi. ➂ Sudahkah dilakukan pemberian profilaksis antibiotik 60 menit sebelumnya. ➃ Bagaimana mencegah kejadian tidak diharapkan yg meliputi bidang bedah dan bidang anestesi. ➄ Hasil pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, rontgen, PA, cardiologi. ➅ Tim operasi memastikan bahwa semua orang di ruang operasi saling kenal. ➆ Pemeriksaan jumlah dan jenis instrumen ➇ Operator memimpin do'a
  3. Fase sign out : Dilakukan sebelum pasien meninggalkan kamar operasi. Dihadiri oleh perawat, ahli anestesi dan operator. Indikatornya meliputi : ➀ Konfirmasi secara verbal tentang prosedur & tindakan ➁ Jumlah instrumen dan alat sesuai item baik pre, intra maupun pasca tindakan. ➂ Specimen telah diberi label (nama, umur, No CM, asal specimen). ➃ Adakah massalah dengan peralatan selama operasi. ➄ Memusatkan perhatian pada  manajemen post operasi serta pemulihan sebelum memindahkan pasien dari kamar operasi. ➅ Pasca tindakan pasien akan dirawat dimana. (Surgery & Lives, 2008).
Contoh :
The Sign In ( Pukul : ............)
Dilakukan sebelum induksi anestesi, minimalnya oleh perawat dan dokter anestesi
① Pasien telah dikonfirmasikan :
     Identifikasi dari gelang pasien
     Lokasi operasi
     Prosedur
     Surat ijin Operasi
② Lokasi operasi sudah diberi tanda
③ Mesin dan obat-obat anestesi sdh dicek lengkap
④ Pulse oximeter sdh terpasang dan berfungsi
⑤ Apakah pasien punya riwayat alergi
⑥ Kesulitan bernafas, resiko aspirasi?. Dan menggunakan peralatan bantuan
 ⑦ Resiko kehilangan darah
      Dewasa > 500ml
      Anak > 7 ml/kg BB
⑧ Dua akses intravensi akses sentral dan rencana terapi cairan
The Time Out ( Pukul : ............)
Dilakukan sebelum incisi kulit,di isi oleh perawat, operator dan dokter anestesi.
Konfirmasi seluruh anggota tim, memperkenalkan nama dan peranya masing-masing
Dokter bedah, dokter anestesi dan perawat melakukan konfirmasi secara verbal :
             Nama pasien
             Prosedur
             Lokasi dimana incisi akan dibuat
Apakah antibiotik profilaksis sdh diberikan 60 menit sebelumnya :
             Nama antibiotik yg diberikan......
             Dosis antibiotik yg diberikan.......
Antisipasi kejadian kritis :
Riview dokter bedah, langkah apa yg akan dilakukan bila :
Kondisi kritis atau kejadian yg tdk diharapkan
Lamanya operasi
Antisipasi kehilangan ..................
Riview tim anestesi apakah ada hal khusus yg perlu diperhatikan pada pasien ? ..........
Jika diperlukan CVC kapan  akan dipasang ?.................
Riview tim perawat apakah peralatan sdh steril, adakah alat-alat yg perlu diperhatikan khusus atau dalam masalah ?.............
Apakah foto rontgen/CT Scan/MRI telah ditayangkan ?

The Sign Out ( Pukul : ............)  
Dilakukan sebelum pasien meninggalkan OK, diisi oleh perawat, operator dan dokter anestesi
Perawat melakukan konfirmasi secara verbal dengan tim :
Nama prosedur tindakan telah dicatat ?.
Instrumen, kasa dan jarum telah dihitung dgn benar ?.
Spesimen telah diberi label (Nama pasien, No CM dan anggal lahir) dan asal   jaringan spesimen )
Adakah masalah dengan peralatan selama operasi ?.
Operator, dokter anestesi dan perawat melakukan review masalah utama apa yg harus diperhatikan untuk penyembuhan dan manajemen pasien selanjutnya.

      Hal yg harus diperhatikan :
      ...........................................
Tanggal, tanda tangan tindakan verifikasi :
Sign In
Perawat Sirkuler
Operator
Dokter Anestesi
Time Out
Perawat Sirkuler
Operator
Dokter Anestesi
Sign Out
Operator
Dokter Anestesi

Culpa atau Kelalaian, dibagi menjadi dua :
Kelalaian /kealpaan ringan (Culpa Levissima)
Kelalaian/ kealpaan berat (Culpa Lata)

SASARAN V :
PENGURANGAN RESIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN

Menerapkan program hand hygiene yg efektif, terutama pada 5 momen :
  1. Sebelum kontak pasien
  2. Sebelum memulai tindakan aseptik
  3. Setelah kontak dengan pasien
  4. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
  5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien
Cuci Tangan / Hand Hygiene :
  • Handwash : cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, lama cuci tangan 40 - 60 detik
  • Handrub : cuci tangan menggunakan cairan berbasis alkohol, lama cuci tangan 20-30 detik
Cara melakukan Hand Higiene :
Menggunakan TE PUNG SELA CI PU PUT
  • TE...lapak tangan dgn telapak  tangan
  • PUNG...gung tangan dengan   telapak tangan
  • SELA...sela jari-jari
  • Jari-jari saling mengun...CI
  • PU...tar-putar sekeliling ibu jari
  • PUT...ar-putar ujung dan kuku jari

atau enam (6) langkah cuci tangan standar WHO adalah :
  • Buka kran dan basahi kedua telapak tangan
  • Tuangkan 5 ml handscrub/sabun cair dan gosokkan pada tangan dengan urutan TE PUNG SELA CI PU PUT sbb :
  1. TE - lapak tangan : gosok kedua telapak tangan
  2. PUNG - gung tangan : gosok punggung dan sela-sela jari sisi  luar tangan kiri dan sebaliknya.
  3. SELA - sela jari, gosok telapak  tangan dan sela-sela jari sisi dalam
  4. Kun - CI : jari jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
  5. PU - tar : gosok ibu jari tangan kiri dan berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya
  6. PUT - ar : rapatkan ujungjari tangan kanan dan gosokkan pada telapak tangan kiri dengan cara  memutar mutar terbalik arah jarum jam, lakukan pada ujung  jari tangan sebaliknya.
  • Ambil kertas tissue atau kain lap disposable, keringkan kedua tangan
  • Tutup kran dengan sikut atau bekas kertas tissue yang masih di tangan.

Alat Pelindung Diri (APD)
Digunakan petugas utk melindungi dari resiko pajanan darah, cairan tubuh, sekret, ekskreta dan resiko hazard (material memaski hidung atau mulut)

APD meliputi :
  • Masker : Masker Bedah dan Masker Efisiensi Tinggi N 95 respirator )
  • Pelindung/Tutup Kepala
  • Pelindung Wajah /Kacamata (Goggle/Googles)
  • Pelindung Kepala
  • Baju Pelindung/Gaun Pelindung
  • Apron  : Untuk melindungi kulit/pakaian
  • Sarung Tangan : ST Steril, ST Non Steril dan ST Rumah Tangga
  • Pelindung Kaki (Sepatu)

Etika Batuk
Kebiasaan batuk yang salah :
  • Tidak menutup mulut
  • Tidak mencuci tangan
  • Meludah disembarang tempat
  • Tidak memakai masker
  • Membuang tissue bekas disembarang tempat
  • Etika batuk yg benar
  • Memakai Masker
  • Menutup hidung dan mulut dgn tissue
  • Jika tidak memakai masker dan  tissue, tutup hidung dan mulut dengan lengan bagian atas.
  • Usahakan bersin atau batuk menyemprot kebawah.

SPILL KIT
Peralatan yg digunakan untuk membersihkan tumpahan, cairan kimia yg dikatagorikan sebagi Bahan Berbahaya dan Beracun ( B3 )
Tersedia untuk 2 jenis tumpahan :
  • Tumpahan produk minyak bumi
  • Tumpahan bahan kimia

Absorbent
  1. Absorbent Boom : Seperti guling berisi bahan aktif penyerap dengan diameter 1-3 inch panjang ± 3 meter dilengkapi book untuk menyambung antar Absorbent boom. Warna Putih : Untuk menyerap tumpahan oli, minyak dan minyak bakar. Warna Merah atau Kuning : Untuk menyerap ceceran cairan asam, air dan larutan kimia.
  2. Absorbent Sock : Berisi serbuk absorber yg dapat secara universal. Menyerap tumpahan minyak, cairan dan air. Biasanya berwarna abu-abu
  3. Absorbent Pan : Digunakan utk menampung tetesan minyak dan oli sehingga tidak mencemari dan mengotori lantai/tanah.
  4. Absorbent Pad : Warna Putih untuk menyerap ceceran oli, minyak dan minyak bakar. Warna Merah untuk menyerap ceceran air dan larutan kimia. Oil Absorbent Pad dapat menyerap minyak 2-3 liter

Pengiriman darah ke laborat dengan tabung vakum laboratorum ( tidak diperkenankan memakai spuit )
  • Tabung Tutup Ungu atau Lavender : Tabung ini berisi EDTA. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap, darah rutin dan bank darah ( crossmatch )
  • Tabung Tutup Kuning : Tabung ini berisi gel separator (serum separator tube/SST ) yang fungsinya memisahkan serum dan sel darah. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah,  imunologi dan serologi untuk pemeriksaan darah kimia
  • Tabung Tutup Biru : Tabung ini berisi natrium sitrat. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan koagulasi (misal PPT, APTT, INR)


SASARAN VI :
PENGURANGAN RESIKO PASIEN JATUH

Agar risiko pasien jatuh dan  cedera akibat terjatuh ini dapat   ditangani dengan baik, rumah sakit harus membuat kebijakan, prosedur, serta program yang berdasarkan pada kebijakan dan prosedur tersebut.

Pencegahan Pasien Jatuh / Fall :
  • Prevention : Amati dengan teliti di lingkungan kerja anda terhadap fasilitas, alat, sarana dan prasarana yang berpotensi menyebabkan pasien cidera karena jatuh
  • Laporkan pada atasan atas temuan risiko fasilitas yang dapat menyebabkan pasien cidera
  • Lakukan asesmen resiko jatuh pada setiap pasien dengan menggunakan skala : 
➀ Skala Humpty Dumpty ( Pasien anak).
➁ Skala Risiko Jatuh Morse / MSF (Pasien dewasa).
➂ Skala Geriatric (Pasien Geriatric)

Skala Risiko Jatuh Morse :

Riwayat Jatuh
  • Kurang dari 3 Bulan         25
  • Tidak ada atau > 3 bulan   0
Kondisi Kesehatan
  • > 1 diagnosa penyakit       15
  • < 1 diagnosa penyakit        0
Bantuan Ambasi
  • Perabot                                  30
  • Tongkat/Penopang             15
  • Tidak ada/Tirah Baring       0
Terapi IV/Anti Koagulan          
  •  Terapi IV terus menerus     20
  •  Tidak                                      0
 Gaya Berjalan
  •  Kerusakan/Terganggu        20
  •  Lemah                                   10
  •  Normal/Tirang Baring         0
Status Mental
  •   Lupa Keterbatasan             15
  •   Sadar kemampuan diri       0

Skala Risiko Jatuh Morse :
  • Resiko Rendah 0 - 24
  • Resiko Sedang 25 - 45
  • Resiko Tinggi > 45
Stiker Gelang Kuning untuk pasien resiko sedang dan tinggi

Cara mengatasi pasien resiko jatuh :
  • RESIKO RINGAN
     - Orientasi tempat
     - Kunci Roda Tpt Tidur
     - Pasang pengaman tpt tidur
     - Bell Pasien
  • RESIKO SEDANG
     - Resiko Ringan + Restrain
  • RESIKO BERAT
     - Resiko Ringan + Sedang + Observasi/1 jam

Evaluasi Pasien Resiko Jatuh harus meliputi :
  1. Riwayat jatuh
  2. Konsumsi obat dan alcohol
  3. Skrining kemampuan gerak dan keseimbangan,
  4. Alat bantu gerak yang digunakan
  5. Asesmen ulang risiko jatuh jika ada perubahan kondisi pada pasien (misal : setelah operasi, setelah terjatuh, dll), atau setelah pemberian obat-obatan tertentu (obat penenang, diuretic,dll)

Keselamatan Pasien
  • Bebas dari cidera yg tdk seharunya atau cidera yg potensial terkait dengan pelayanan kesehatan.
  • Insiden Keselamatan Pasien
  • Setiap kejadian yg tdk disengaja dan tdk diharapkan yg dpt mengakibatkan / berpotensi terjadi cedera pd pasien.

KTD : Kejadian Tdk Diharapkan
KNC : Kejadian Nyaris Cidera
KPC : Kejadian Potensial Cidera
Kejadian Sentinel : Kejadian berat, mengakibatkan kecacatan sampai kematian.

KTD (Kejadian Tdk Diharapkan), contoh :
  • Pasien Jatuh
  • Penandaan lokasi operasi yg salah dan sdh dilakukan operasi
  • Obat diberikan IV, seharusnya IM
  • Obat utk pasien A, tetapi diberikan pasien B dan sdh dimakan oleh pasien B.

KNC (Kejadian Nyaris Cidera), contoh :
  • Salah memberikan labe obat, namun obat belum diberikan kepada pasien.
  • Penandaan lokasi operasi yg salah namun diketahui sebelun tindakan operasi dilakukan

KPC (Kejadian Potensial Cidera), contoh :
  • Obat-obat emergency tdk ada diruang emergency
  • Obat-obat  yg mirip bentuk, rupa, warna ditempat yg sama yg memungkinkan kesalahan mengambil obat

Jika ada kejadian tidak diharapkan :
  • Menjelaskan apa yg sedang terjadi dan apa yang akan dilakukan
  • Pimpinan/kepala unit melaporkan KTD kepada unit terkait utk menghindari kejadian serupa / perbaikan

Laporan KTD :
  • Bersifat rahasia
  • Laporan hanya satu, TIDAK BOLEH dicopy, difoto dan dishare ke media hp dll.
  • Yg mengetahui yg membuat laporan


APAR
APAR (Alat Pemadam Api Ringan) ialah alat yang ringan serta mudah dilayani untuk satu orang guna memadamkan api/kebakaran pada mula terjadi kebakaran
(Permenakertrans RI No 4/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan).
Prosedur Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) / Tabung Pemadam Kebakaran dengan tekhnik CARRA :
C   : Cabut / tarik / lepas pin ( Safety Pin / Pengunci Tuas APAR / Tabung Pemadam.
A   : Arahkan Nozzle selang ke titik pusat api.
R   : Remas / tekan tuas untuk  mengeluarkan isi APAR / Tabung Pemadam.
RA : Ratakan/sapukan berlawanan dengan arah angin
Hal yang perlu diketahui dalam penggunaan APAR :
Pastikan diri anda tidak melawan arah angin / perhatikan arah angin (usahakan badan/muka menghadap searah dengan arah angin) supaya media pemadam benar-benar efektif menuju ke pusat api dan jilatan api tidak mengenai tubuh petugas pemadam.
Posisikan diri anda berada  diantara 1,5-3 meter dari api
 Perhatikan sumber kebakaran  dan gunakan jenis APAR yang  sesuai dengan klasifikasi mkm jk nn bbbbbnn jb j sumber kebakaran.

Petugas Code Red / Kode Merah ( terjadi kebakaran ) :
Helm Merah :                 Koordinator Pemadam Api
Helm Biru :                      Koordinator Penyelamatan Pasien
Helm Kuning :                       Koordinator Alat Medis
Helm Putih :                         Koordinator Evakuasi Dokumen

Kebijakan kegawat daruratan terkait keselamatan dan keamanan pasien serta staf dilingkungan rumah sakit dari KARS (Komite Akreditasi RS) sebagai berikut :
Code Blue (Biru) : Mengumumkan adanya pasien yang mengalami henti jantung dan membutuhkan tindakan resusitasi segera. Pengumuman ini utamanya adalah untuk memanggil tim medis reaksi cepat atau tim code blue yang bertugas pada saat tersebut, untuk secepat mungkin menuju ruangan yang diumumkan dan melakukan resusitasi jantung dan paru pada pasien. Tim medis reaksi cepat ini merupakan gabungan dari perawat dan dokter yang terlatih khusus untuk penanganan pasien henti jantung. Karena setiap shift memiliki anggota tim yang berbeda-beda, dan bertugas pada lokasi yang berbeda-beda pula  (pada lantai yang berbeda atau  bangsal yang berbeda), diperlukan pengumuman yang dapat memanggil mereka dengan cepat.
Code Black (Hitam) : Mengumumkan adanya ancaman bom atau ditemukan benda yang dicurigai bom di lingkungan rumah sakit.
Code Red (Merah) : Mengumumkan adanya ancaman kebakaran di lingkungan rumah sakit (api maupun asap), sekaligus mengaktifkan tim siaga bencana (Tanda Aktivasi Kebakaran) rumah sakit untuk kasus kebakaran. Dimana tim ini terdiri dari seluruh personel rumah sakit, yang masing-masing memiliki peran spesifik yang harus dikerjakan sesuai panduan tanggap darurat bencana rumah sakit. Misalnya; petugas teknik segera mematikan listrik di area kebakaran, perawat segera memobilisasi pasien ke titik-titik evakuasi, dan sebagainya. Pembagian tugas yang tercantum di dalam code red meliputi HELM MERAH ( Koordinator Pemadam Kebakaran ) : Berusaha memadamkan api dengan mencari APAR dan meminimalisir resiko dari kebakaran dengan cara memadamkan semua aliran listrik yang ada di dalam Instalasi. HELM PUTIH ( Koordinator Penyelamatan Dokumen ) : Melakukan evakuasi terhadap  rekam medis dan berkas-berkas penting lainnya. HELM KUNING ( Koordinator Penyelamatan Alat Medis ) : Mengamankan alat-alat berharga yang ada di instalasi RS. HELM BIRU ( Koordinator Keselamatan Pasien ) : Berusaha mengevakuasi pegawai yang sedang sakit atau yang tidak memungkinkan untuk membantu proses evakuasi, mengevakuasi pasien-pasien yang berada disekitar instalasi, berusaha menunjukan jalan ke tempat aman berkumpul.
Code Purple (Ungu) : Mengumumkan pengaktifan evakuasi pasien, pengunjung dan pegawai RS pada titik-titik yang telah ditentukan. Ada pula yang menggunakan kode ini sebagai pengumuman adanya bencana alam (gempa, banjir, dll) atau situasi kritis seperti penyanderaan. Pada intinya, menginisiasi tim evakuasi untuk melaksanakan  tugasnya.
Code Pink (Merah muda) : Mengumumkan adanya penculikan bayi / anak atau kehilangan bayi / anak. Secara universal, pengumuman ini seharusnya diikuti dengan lock down (menutup akses keluar-masuk) rumah sakit secara serentak. Bahkan menghubungi bandar udara, terminal, stasiun dan pelabuhan terdekat untuk  kewaspadaan terhadap bayi korban penculikan.
Code Grey (Abu-abu) : Mengumumkan adanya gangguan keamanan dalam bentuk apapun. Dapat berupa perkelahian, orang dengan senjata, hingga situasi penyanderaan. Pengumuman ini sekaligus mengaktifkan tim tanggap daruratuntuk situasi gangguan keamanan.
Code Green (Hijau) : Mengumumkan adanya gempa bumi atau guncangan pada fisik bangunan yang berisiko terhadap keselamatan pasien, pengunjung dan staf rumah sakit.
Code Brown (Cokelat) : Mengumumkan adanya situasi krisis internal rumah sakit seperti tumpahan berbahaya (infeksius, radiasi, dll) di lingkungan rumah sakit, kehilangan aliran listrik, adanya pengunjung terjebak di liftdan sebagainya.
Code Orange (Oranye) :  Mengumumkan adanya insiden yang mengancam pencederaan  (bahkan kematian) masal akibat  bahan kimia, zat biologis, radio   nuklear dan sebagainya.

Panduan Tanggap Darurat Bagi Karyawan dan Pasien RS :
Code Blue (Biru) - Henti Jantung
Code Black (Hitam) - Bom
Code Red (Merah) - Kebakaran
Code Purple (Ungu) - Evakuasi
Code Pink (Merah muda) - Penculikan
Code Grey (Abu-abu) - Gangguan Keamanan
Code Green (Hijau) - Gempa
Code Orange (Oranye) - Zat Kimia
Code Brown (Cokelat) - Krisis Internal RS

Basic Life Suport ( BLS )
Jika ada pasien tiba-tiba tidak sadar atau pingsan :
Amankan pasien "korban" kelokasi yang aman
Cek kesadaran-respon, misal tepuk dengan keras pada bahu sambil panggil Pak..!!, Pak..!!, jika tidak ada respon :
Cek Nadi Carotis (±10 detik) sambil melihat dada pasien ada gerakan nafas atau tidak, jika tidak ada nafas atau nadi :
Minta tolong "teriak" atau minta bantuan ☎ Tim Code Blue, sebutkan : ➀ bantuan AED, ➁ lokasi pasien, ➂ jumlah korban, ➃ pasien dewasa atau anak
Compresi dada (RJP) : ➀ Titik compresi setengah bawah tengah tulang dada (sternum). ➁ Kedalaman compresi ± 5-6 cm. ➂ Titik tangan utk compresi pada tumit tangan kanan/kiri. ➃ Posisi tangan pd saat RJP salah satu tangan menumpang pada punggung tangan yg lain dengan jari mengkait diantara sela jari tangan dibawahnya dan tangan harus recoil (melepaskan tangan secara penuh saat compresi tetapi tangan tetap menempel pada dada di titik compresi). ➄ Compresi 100-120/menit (± 2 menit) atau 5 siklus RJP (1 siklus : 30 compresi  2 nafas bantuan) kemudian kaji ulang nadi pasien. Jika belum ada nadi : ulangi compresi sampai ada tanda kehidupan (bantuan Tim Code Blue/AED datang). Jika ada nadi/nafas : posisikan pasien dengan memiringkan kekiri (sisi kanan diatas)
Catatan : Jika mendapati pasien / laporan pasien henti nafas / jantung : ➀ Pasien sudah mati batang otak (tanda kematian bercak biru / kebiruan pada kulit / badan pasien). ➁ Pasien riwayat sakit terminal. Maka : Tidak perlu dilakukan compresi (RJP) tetapi lakukan pendekatan keluarga / komunikasi.

Kamis, 26 Mei 2016

Tuntunan Sholat Wajib

SHOLAT WAJIB
Penulis : Agus Priyono
27 Mei 2016, 09.00 WIB

1. Niat

    Berdiri tegak, menghadap kiblat
    dan berniat ikhlas karena Allah. 

    Dalam HPT hanya disebutkan 
    bahwa “bila kamu hendak 
    menjalankan shalat, maka
    bacalah: "Allahu Akbar" , dengan 
    ikhlas niatmu karena Allah
    seraya mengangkat kedua belah 
    tanganmu sejurus bahumu, 
    mensejajarkan ibu jarimu pada 
    daun telingamu.”

    Dalam kitab himpunan Putusan 
    Tajrih Muhammadiyah, pada 
    pembahasan masalah shalat,
    di awali dengan beberapa dalil, 
    baik al-Qur‘an dan hadis.
    Ada satu dalil hadist yang 
    diletakkan dalam pendahuluan 
    HPT Muhammadiah bab Shalat, 
    yakni Hadits dari Malik bin 
    Huwairits RA. bahwa Rasulullah
    SAW Bersabda, yang artinya :
    
    "Shalatlah kamu sebagaimana 
    kamu melihat aku melakukan 
    shalat". (HR. al-Bukhari).
  
    Hadist tersebut menjadi salah 
    satu dasar bagi Muhammadiyah 
    bahwa niat dalam shalat tidak 
    perlu dilafalkan. Karena memang
    tidak ada dalil yg memerintahkan
    atau tidak ada peristiwa di mana 
    para shahabat Nabi melihat
    Nabi Muhammad melafalkan niat
    dalam shalat. 

    Dalam HPT juga disebutkan dalil 
    hadis shahih yang diriwayatkan 
    oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, 
    yang artinya :
    "Kunci (pembuka) shalat itu 
    wudlu, permulaannya takbir dan 
    penghabisannya salam".

    Juga hadis shahih dari Ibnu 
    Majah yang dishahihkan oleh 
    Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban
    dari hadis Abi Humaid Sa'idi 
    bahwa Rasulullah,jika shalat ia 
    menghadap ke Qiblat dan 
    mengangkat kedua belah 
    tangannya dengan membaca 
    "Allahu Akbar".

    Niat sholat itu sesuatu yang 
    wajib hukumnya dalam shalat 
    menurut Muhammadiyah. 
    Hal ini didasaarkan firman Allah 
    surah al-Bayyinah 6 :
    "Dan tidaklah mereka diperintah 
    melainkan supaya menyembah 
    kepada Allah dengan ikhlas 
    kepadaNya daam menjalankan 
    Agama".

    Juga hadis rasulullah:
    “Sesungguhnya (sahnya) amal itu
    tergantung kepada niat." 
    (HR. al-Bukhari dan Muslim)

    Namun Muhammadiyah tidak 
    memberikan pedoman kepada 
    warganya untuk melafalkan niat. 
    Muhammadiyah menyatakan 
    bahwa niat itu bukan amalan 
    anggota tubuh. 
    Rasulullah memisahkan antara 
    amalan-amalan anggota tubuh 
    dengan niat, bahwa niat itu yang 
    menggerakkan tubuh untuk 
    beramal.
    Oleh karena itu melafalkan niat, 
    bagi Muhammadiyah bukanlah 
    sesuatu yang disunnahkan. 
    Dalil dari fatwa ini jelas, bahwa 
    melafalkan niat tidak pernah 
    dilakukan Rasulullah saw.

2. Takbiratul Ihram
اللهُ أكْبَرُ
     Alla-hu Akbar
     Artinya :
     "Allah Maha Besar"

    Seraya mengangkat kedua belah
    tanganmu sejurus bahumu, 
    mensejajarkan ibu jarimu pada
    daun telingamu

    Lalu letakkanlah tangan kananmu
    pada punggung telapak tangan 
    kirimu di atas dadamu.

3. Membaca Do’a Iftitah

اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

اَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.

     Allaahumma baa’id bainii 
     wabainaa khotoo yaa ya kamaa 
     baa ‘adta bainal masyriqi 
     wal maghrib.

     Allaahumma naqqinii minal 
     khotoo yaa kamaa yunqqots 
     tsaubul abyadhuu minaddanas.

     Allaahummaghsil khotoo yaa ya 
     bil maa i wats tsalji walbarod.

     Artinya :
     “Ya Allah, jauhkanlah antara
     diriku dan di antara kesalahan-
     kesalahanku sebagaimana 
     Engkau jauhkan antara timur
     dan barat.

     Ya Allah, bersihkanlah aku dari 
     kesalahan sebagaimana 
     dibersihkannya kain putih dari 
     kotoran.

     Ya Allah, cucilah kesalahan-
     kesalahanku dengan air, salju
     dan embun.”

4. Membaca Ta’awwud
     Berdoa mohon perlindungan 
     dengan membaca :

أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

     A’u-dzu billa-hi minasy syaitha-
     nir raji-m
     Artinya :
     ''Aku berlindung kepada Allah, 
     dari Syetan yang terkutuk"

5. Membaca Basmallah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

    Bismilla-hir rahma-nir rahi-m
    Artinya: 
    "Atas nama Allah, 
    Maha Pemurah, Maha Pengasih"

6. Membaca Surat Al-Fatihah

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ . الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ . مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَ إِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيْمَ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ أنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ المَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ

     Alhamdu Lilla-hi rabbil ‘a-lami-n.
     Arrahma-nir rahi-m.  
     Ma-liki yawmid di-n.
     Iyya-ka na’budu wa iyya-ka 
     nasta’i-n.
     Ihdinash shira-thal mustaqi-m.   
     Shira-thal ladzi-na an’amta 
     ‘alaihim ghairil maghdlubi
     ‘alaihim waladldla-lin

     Artinya: 
     Segala puji bagi Allah, Tuhan 
     semesta alam, Maha Pemurah 
     lagi Maha Penyayang, Yang 
     menguasai hari pembalasan. 
     Hanya kepada Engkaulah kami 
     menyembah dan hanya kepada 
     Engkaulah kami moho 
     pertolongan. 
     Tunjukilah kami jalan yang lurus, 
     (yaitu) jalan orang-orang yang 
     telah Engkau anugerahkan 
     ni'may kepada mereka; bukan 
     (jalan) mereka yang dimurkai 
     dan bukan (pula jalan) mereka 
     yang sesat.

7. Membaca Ta’min
آمِيْن
     A-mi-n
     Artinya :
     Kabulkanlah permohonanku

8. Membaca surat

9. Takbiratul Ihram
اللهُ أكْبَرُ
     Alla-hu Akbar
     Artinya :
     "Allah Maha Besar"

10. Ruku’

      Ketika ruku’ mengucapkan :

 سُبْحَانَ رَبِّيَ العَظِيْمِ 

      "Subhana Rabbiyal adzim."
      Artinya :
      “Mahasuci Robbku Yang Maha 
      Agung” (3x)
      (HR. Ahmad, Abu Daud & Ibnu 
       Majah)

      Atau 
      "Subhana Rabbiyal adzimi 
      wabihamdih." 
      Artinya :
      “Mahasuci Robbku Yang Maha 
      Agung, dan dgn memuji-Nya” 
      (3x)
      (HR Abu Daud, Daruquthni,
      Ahmad & Thabrani).

      Atau
      "Subhanaka allahumma 
      rabbana wabihamdika 
      Allahummaghfirli."
      Artinya :
      “Mahasuci Engkau, ya Allah dan 
      dengan memuji Engkau, 
      ya Allah ampunilah aku.”

     🔼Rasulullah SAW m'perbanyak
          doa ini dalam ruku dan
          sujudnya.

     🔼Tata Cara Ruku
      Rasulullah SAW meletakkan   
      kedua telapak tangannya pada
      kedua lututnya. 
      Kedua telapak tangan Beliau
      SAW tampak menekan kedua 
      lututnya (seakan-akan
      mencengkram keduanya). 
      Beliau SAW merenggangkan
      jari-jarinya sampai tulang
      belakang menjadi mapan
      ditempatnya.” (HR Ibnu
      Khuzaimah & Ibnu Hibban). 
      Beliau SAW merenggangkan
      kedua sikunya dari lambungnya.
      Ketika ruku Beliau SAW
      membentangkan & meluruskan
      punggungnya, Rasulullah SAW
      tidak membungkuk terlalu
      kebawah dan tidak pula
      mendongakkan terlalu keatas.
      Akan tetapi tengah-tengah di
      antara keduanya
    🔼Ruku Wajib Thumaninah 
      Beliau RasulullahSAW dengan 
      thumaninah (tenang) dan
      memerintahkan demikian.
      Sabda Beliau SAW
      ”Sempurnakanlah ruku dan
      sujudmu. Demi jiwaku yang
      berada dalam genggamanNya,
      sesungguhnya aku benar-benar
      melihat kamu dari balik
      punggungku saat kamu ruku 
      dan sujud.” 
      (HR Bukhari & Muslim).

11. I’tidal
       Mengangkat kepala dari ruku’, 
       seraya mengucapkan : 
   سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ   
       "Sami'allahu liman hamidah."
       Artinya :
       “Allah mendengar orang yang 
       memuji-Nya.”

       seraya mengangkat kedua 
       tangan setinggi pundak.

       Setelah mengangkat kepala, 
       mengucapkan :
       "Allahumma rabbana lakal 
       hamdu mil-ussamawati, 
       wamil-ul ardhi, wamil-u ma 
       syi'ta min syai'in ba'du."
       Artinya :
       “Ya Rabb kami, bagi-Mu pujian 
       dgn sepenuh langit, sepenuh
       bumi dan sepenuh apa saja 
       yang Engkau kehendaki.”

       atau
رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ
       
       Rabbana- walakal hamdu
       Artinya :
       ”Wahai Tuhan kami dan segala
       puji hanyalah milik-Mu”

       atau

رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

       Robbanaa walakal hamdu,
       hamdan katsiiran, thayyiban
       mubaarokan fiihi.
       Artinya :
       Ya Tuhan kami, bagimu segala 
       puji, pujian yang banyak dan 
       baik.

       ▶ Bangun dari Ruku
       Rasulullah SAW bangkit dari   
       ruku sambil mengucapkan 
       ”Sami allahu liman hamidah”
       (Allah mendengar orang yang
       memujiNya”)
       (HR Bukhari & Muslim).
       Ketika berdiri dengan tegak 
       Beliau mengucapkan :
       ”Rabbanaa walakal hamdu” 
       (”Wahai Tuhan kami dan segala
       puji hanyalah milik-Mu”)
       (HR Bukhari dan Ahmad) 

12. Sujud

سُبْحَانَكَ رَبِّيَ الأعْلَى

       Subha-naka rabbiyal a’la) 3x
       Artinya :
       "Maha Suci Tuhan Yang Maha 
       Tinggi"

       atau

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

       Subhaanaka allaahuma
       robbanaa wabihamdika
       allaahumaghfirlii.
       Artinya : 
       “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah 
       Tuhan kami, dan dengan 
       memuji-Mu ya Allah ampunilah 
       aku”.

13. Duduk antara dua sujud

اللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ 
وَارْزُقْنِيْ

       Alla-hummagh firli- war hamni- 
       waj burni- wahdini- war zuqni

       Artinya : 
       “Ya Allah ampunilah aku, 
       kasihanilah aku, cukupilah aku, 
       tunjukilah aku, dan berilah rizki
       untukku”.

14. Duduk At-tahiyatul awal 
       atau At-tahiyatul akhir

التَّحِيَّاتُ للهِ وَ الصَّلَوَاتُ وَ الطَّيِّبَاتُ وَ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ . السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَ عَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أشْهَدُ أنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَ أشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ . 

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

       Attahiyya-tu Lilla-hi wash 
       shalawa-tu wath thayyiba-tu 
       was sala-mu ‘alaika ayyuhan 
       nabiyyu wa rahmatulla-hi wa 
       baraka-tuh. 

       Assala-mu ‘alaina- wa ‘ala 
       ‘iba-dilla-hish sha-lihi-n. 
       Asyhadu alla- ila-ha illalla-h 
       wa asyahadu anna 
       muhammadan ‘abduhu 
       wa rasu-luh. 

       Artinya : 
       “Segala kehormatan, 
       kebahagiaan dan kebagusan 
       adalah kepunyaan Allah, 
       Semoga keselamatan bagi 
       Engkau, ya Nabi Muhammad, 
       beserta rahmat dan 
       kebahagiaan Allah. 
       Mudah-mudahan keselamatan 
       juga bagi kita sekalian dan 
       hamba-hamba Allah yang 
       baik-baik. 
       Aku bersaksi bahwa tiada 
       Tuhan melainkan Allah dan aku 
       bersaksi bahwa Muhammad itu
       hamba Allah dan utusan-Nya”.

       Do’a Shalawat Kepada Nabi

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ اِبْرَاهِيْمَ . وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ اِبْرَاهِيْمَ . إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ .

       Alla-humma shalli ‘ala 
       Muhammad wa ‘ala a-li 
       Muhammad kama- shallaita 
       ‘ala ibra-hi-ma wa ‘ala a-li 
       ibra-hi-m. 
       Wa ba-rik ‘ala Muhammad 
       wa a-li muhamad kama- 
       ba-rakta ‘ala ibra-hi-m wa a-li 
       ibra-hi-m. 
       Innaka hami-dum maji-d

       Artinya : 
       “Ya Allah, limpahkanlah 
       kemurahan-Mu kepada 
       Muhammad dan keluarganya, 
       sebagaimana Kau telah 
       limpahkan kepada Ibrahim dan 
       keluarganya, berkahilah 
       Muhammad dan keluarganya 
       sebagaimana Kau telah berkahi
       Ibrahim dan keluarganya. 
       Sesungguhnya Engkau yang 
       Maha Terpuji dan Maha Mulia”.

15. Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

       Assala-mu ‘alaikum wa 
       rahmatulla-hi wa Baraka-tuh. 
       Assala-mu ‘alaikum wa
       rahmatulla-hi wa Baraka-tuh

       Artinya : 
       “Berbahagialah kamu sekalian 
       dengan rahmat dan berkah 
       Allah”.

       Do'a Sesudah Tasyahud Awal

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

     Allahumma innii dzolamtu nafsii 
     dzulman katsiiro, wa laa 
     yaghfirudz dzunuuba illaa anta 
     faghfir lii maghfirotan min 'indika
     warhamnii, innaka antal 
     ghofuurur rohiim.
  
     Artinya:
     "Ya Allah, sesungguhnya aku 
     telah menzalimi diriku dengan 
     kezaliman yang banyak. 
     Tiada sesiapa yang dapat 
     mengampunkan dosa-dosa 
     melainkan Engkau, maka 
     ampunilah bagiku dengan 
     keampunan dariapda-Mu dan 
     rahmatilah aku. 
     Sesungguhnya Engkau Maha 
     Pengampun lagi Maha 
     Penyayang."


     Do’a Sesudah Tasyahud Akhir

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ,  وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَمَاتِ, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

      Allaahumma innii a’uudzubika 
      min ‘adzaabi jahannam. Wamin 
      ‘adzaabil qobri. Wamin fitnatil 
      mahyaa walmamaati. Wamin 
      syarri fitnatil masiihiddadjaal.

      Artinya: 
      "Ya Allah, sesungguhnya aku 
      telah menzalimi diriku dengan 
      kezaliman yang banyak. 
      Tiada sesiapa yang dapat 
      mengampunkan dosa-dosa 
      melainkan Engkau, maka 
      ampunilah bagiku dengan 
      keampunan dariapda-Mu dan 
      rahmatilah aku. 
      Sesungguhnya Engkau Maha 
      Pengampun lagi Maha 
      Penyayang."

Sumber :
Bacaan Sholat
Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Rasulullah SAW bersabda : “sholatlah seakan-akan engkau
sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmu”
( Rukun Ihsan )

Tuntunan Ibadah Ramadhan

Tuntunan Ibadah Ramadhan

27 Mei 2016 08:44 WIB
Penulis : Agus Priyono

Dituntunkan agar setiap Muslim dan Muslimah mempersiapkan diri pribadi baik secara lahir maupun batin untuk menyambut bulan Ramadhan beserta segenap rangkaian ibadah yang dapat dilaksanakan di dalamnya.

Persiapan Sebelum Ramadhan

 Dituntunkan agar setiap Muslim 
   dan Muslimah mempersiapkan 
   diri pribadi baik secara lahir 
   maupun batin, & memperbanyak 
   melakukan puasa sunat di bulan 
   Sya‘ban, berdasarkan hadits Nabi 
   Muhammad SAW :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللهُ عَنْهَا قَالَتْ … مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَآْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ -متفق عليه-

   Artinya : 
   “Dari ‘Aisyah r.a. (diriwayatkan 
   bahwa) ia berkata : … Saya tidak 
   pernah melihat Rasulullah saw 
   berpuasa sebulan penuh selain 
   bulan Ramadhan. Juga saya tidak
   pernah melihat beliau banyak 
   berpuasa kecuali di bulan Sya‘ban
   [Muttafaq ‘Alaih]

 Melakukan pengkondisian
   Ramadhan pada bulan Sya‘ban
   di lingkungan masyarakat, rumah 
   dan masjid-masjid dengan 
   memperbanyak informasi dan 
   kajian tentang Tuntunan Ibadah 
   Ramadhan.
 Mempersiapkan sarana dan 
   prasarana kegiatan di bulan 
   Ramadhan, seperti sound system 
   yang memadai, mempersiapkan 
   dan membersihkan tempat 
   wudhu, air wudhu, kotak-kotak 
   infaq, peralatan ta‘jil, dan lain-lain.  Kebersihan, baik di dalam masjid 
   maupun di lingkungan sekitarnya.
 Pengaturan shaf dan keamanan.
 Jadwal mu’adzin, imam, 
   penceramah & penjemputannya.
 Membentuk ‘Amil Zakat, untuk 
   memungut dan membagikannya 
   serta mempersiapkan 
   peralatannya.
 Mempersiapkan tempat shalat 
   ‘Idul Fitri, Imam/Khatib dan 
   penjemputannya.

Tuntunan Shiyam

 Pengertian Shiyam (Puasa)
   - Menurut bahasa 
     Shiyam berarti menahan diri dari
     sesuatu. 
   - Menurut istilah
     Shiyam adalah menahan diri dari
     makan, minum, hubungan 
     seksual suami-isteri dan segala 
     yang membatalkan sejak dari 
     terbit fajar hingga terbenam 
     matahari dgn niat karena Allah.

     Dasar keharusan niat berpuasa 
     karena Allah :
     Firman Allah SWT

وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ – … البينة     – 5 :(98)

     Artinya :
     “Padahal mereka tidak disuruh 
     kecuali supaya menyembah 
     Allah dgn memurnikan ketaatan 
     kepada-Nya dlm (menjalankan) 
     agama dengan lurus …” 
     (Qs al-Bayyinah/98: 5).

     Hadits Nabi Muhammad SAW

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اَ لأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى -… أخرجه البخاري، آتاب الإيمان-.

     Artinya :
     “Dari Umar r.a. (diriwayatkan) 
     bahwa Rasulullah saw bersabda:
     Semua perbuatan ibadah harus 
     dengan niat, dan setiap orang 
     tergantung kepada niatnya…”
     [Ditakhrijkan oleh Al-Bukhariy, 
     Kitab al-Iman].

عَنْ حَفْصَة أُمِّ اْلمُؤْمِنِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ. .[153 ، [رواه الخمسة، الصنعاني، 2

     Artinya : 
     “Dari Hafshah Ummul Mu’minin 
     r.a. (diriwayatkan bahwa) Nabi 
     SAW bersabda : Barangsiapa 
     tidak berniat puasa di malam 
     hari sebelum fajar, maka tidak 
     sah puasanya.”
     [Ditakhrijkan oleh Al-Khamsah, 
     lihat Ash-Shan‘aniy, II, 153].

Jumlah Hari Shiyam (Puasa)

     Shiyam dimulai pada tanggal 1 
     bulan Ramadhan dan diakhiri 
     pada tanggal terakhir bulan 
     Ramadhan (29 hari atau 30 hari, 
     tergantung pada kondisi bulan 
     tersebut). Untuk itu, maka harus 
     mengetahui awal bulan 
     Ramadhan.

     Dasar keharusan mengetahui 
     awal bulan Ramadhan :

     Firman Allah SWT

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ.
– يونس  -5:

     Artinya : 
     “Dia-lah yg menjadikan matahari 
     bersinar dan bulan bercahaya 
     dan ditetapkan-Nya manzilah-
     manzilah (tempat-tempat) bagi 
     perjalanan bulan itu, supaya 
     kamu mengetahui bilangan 
     tahun dan perhitungan (waktu).”
     (Qs Yunus/10: 5)

     Hadits Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَآْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ – رواه البخاري ومسلم-.

     Artinya : 
     “Dari Abu Hurairah r.a. 
     (diriwayatkan bahwa) ia berkata :
     Rasulullah SAW bersabda : 
     Puasalah karena melihat hilal 
     dan berbukalah karena 
     melihatnya, apabila kamu 
     terhalang penglihatanmu oleh 
     awan, maka sempurnakanlah 
     bilangan bulan Sya’ban tiga 
     puluh hari.” 
     [HR. al-Bukhari, dan Muslim].

نْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَي النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلاَلَ فَقَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ يَا بِلاَلُ أَذِّنْ فِي النَّاسِ فَلْيَصُوْمُوْا غَدًا  -رواه ابن حبان والدارقطنى
والبيهقى والحاكم-

     Artinya : 
     “Dari Ibnu Abbas r.a. 
     (diriwayatkan bahwa) ia berkata :
     Datanglah seorang Badui kepada
     Nabi saw seraya katanya : 
     Saya telah melihat hilal. 
     Beliau bersabda : Maukah kamu 
     bersaksi  bahwa tiada Tuhan 
     selain Allah? 
     Ia berkata : Ya. 
     Nabi SAW bersabda : Maukah 
     kamu bersaksi bahwa 
     Muhammad adalah utusan 
     Allah? 
     Ia berkata : Ya. 
     Bersabdalah Nabi saw : Hai Bilal,
     umumkanlah kepada semua 
     orang supaya mereka besok 
     berpuasa.” 
     [HR. Ibnu Hibban, 
     Ad- Daruquthni, Al-Baihaqi,
     dan Al-Hakim].

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوْا لَهُ. -رواه الشيخان والنسائى وابن ماجه-

     Artinya :
     “Dari Ibnu Umar RA. dari 
     Rasulullah SAW, (diriwayatkan 
     bahwa) beliau bersabda : Bila 
     kamu melihatnya (hilal) maka 
     berpuasalah, dan bila kamu 
     melihatnya maka berbukalah 
     (berlebaranlah). 
     Dan jika penglihatanmu tertutup 
     oleh awan maka kira-kirakanlah 
     bulan itu.”
     [HR. Asy-Syaikhani, An-Nasa’i, 
     dan Ibnu Majah].

Dasar Kewajiban Shiyam Ramadhan

     Firman Allah SWT:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ آَمَا آُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ  لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
-البقرة – 2: 183

     Artinya :
     “Hai orang-orang yang beriman, 
     diwajibkan atas kamu berpuasa 
     sebagaimana diwajibkan atas 
     orang-orang sebelum kamu agar 
     kamu bertakwa.”
     (Qs al-Baqarah/2: 183).

     Hadits Nabi Muhammad SAW:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّآَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. -رواه البخاري ومسلم واللفظ له، والترمذي والنسائي وأحمد-

     Artinya :
     “Dari ‘Abdullah r.a. (diriwayatkan
     bahwa) ia berkata : Rasulullah 
     SAW  bersabda : Islam dibangun 
     di atas lima dasar, yakni :
      Bersaksi bahwa tidak ada 
        tuhan melainkan Allah
      Mendirikan shalat
      Menunaikan zakat
      Mengerjakan haji
      Berpuasa pada bulan 
        Ramadhan.” 
        [HR al-Bukhari, Muslim, 
        At-Turmudzi, An-Nasa’i, dan 
        Ahmad, dan lafal ini adalah 
        lafal Muslim].

Orang yang Diwajibkan dan yang Tidak Diwajibkan Berpuasa 

     Orang yang diwajibkan berpuasa
     Ramadhan adalah semua 
     muslimin dan muslimat yang 
     mukallaf. 
     Dasarnya adalah hadits Abdullah
     di atas.

     Orang yang tidak diwajibkan
     berpuasa Ramadhan, dan wajib 
     mengganti puasanya di luar 
     bulan Ramadhan adalah :
      Perempuan yang mengalami 
        haidl dan nifas di bulan 
        Ramadlan.

     Para ulama telah sepakat bahwa
     hukum nifas dalam hal puasa 
     sama dengan haidl.
     Dasarnya adalah :

     Hadits Nabi Muhammad SAW

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَا بَلَى. -رواه البخاري-.

     Artinya : 
     “Rasulullah saw bersabda : 
     Bukankah wanita itu jika sedang 
     haidl, tidak shalat dan tidak 
     berpuasa? Mereka menjawab : 
     Ya.” [HR. Al-Bukhariy].

     Hadits Nabi Muhammad SAW

عَنْ عَائِشَةَ آَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ. -رواه مسلم-.

     Artinya : 
     “ 'Aisyah r.a. berkata : Kami 
     pernah kedatangan hal itu [haid],
     maka kami diperintahkan 
     mengqadla puasa dan tidak 
     diperintahkan mengqadla 
     shalat.” [HR. Muslim].

     Keterangan : 
     Ketika mensyarah hadis ini an-
     Nawawi menjelaskan, 
     “Ungkapan ‘… maka kami 
     diperintahkan mengqadla puasa 
     dan tidak diperintahkan 
     mengqadla shalat’ adalah 
     hukum yang  telah disepakati
     Kaum Muslimin juga telah 
     berijmak bahwa wanita sedang 
     haid dan nifas tidak wajib shalat 
     dan puasa, dan tidak wajib 
     mengqadla shalat tetapi wajib 
     mengqadla puasa.”

Orang yang Diberi Keringanan dan Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa

     Orang yang diberi keringanan 
     (dispensasi) utk tidak berpuasa, 
     dan wajib mengganti 
     (mengqadla) puasanya di luar 
     bulan Ramadhan : 
     1). Orang yang sakit biasa
           di bulan Ramadhan
     2). Orang yg sedang bepergian
           (musafir).

     Dasarnya adalah :

     Firman Allah SWT

فَمَنْ آَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ -… البقرة -2: 184

     Artinya :
     “Maka barang siapa di antara 
     kamu ada yang sakit atau dalam
     perjalanan (lalu ia berbuka), 
     maka (wajiblah baginya 
     berpuasa) sebanyak hari yang 
     ditinggalkan itu pada hari-hari 
     yang lain …” 
     (Qs. al-Baqarah/2: 184).

     Sabda Nabi Muhammad SAW:

إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ قَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْحَامِلِ أَوِ الْمُرْضِعِ الصَّوْمَ. -رواه الخمسة-.

     Artinya :
     “Bahwa Rasulullah saw 
     bersabda : Sungguh Allah Yang 
     Maha Perkasa dan Maha Mulia 
     telah membebaskan puasa dan 
     separo shalat bagi orang yang 
     bepergian, dan membebaskan 
     pula dari puasa orang hamil dan 
     orang yang menyusui.” 
     [HR. Al-Khamsah].

Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud (0,5 kg)
atau lebih berupa makanan pokok, untuk setiap hari.

      Orang yg tdk mampu
        berpuasa, misalnya karena 
        tua dan sebagainya.
      Orang yang sakit menahun.
      Perempuan hamil.
      Perempuan yang menyusui.

     Dasarnya adalah:

     Firman Allah SWT

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ -… البقرة – 2:184

     Artinya:
     “Dan wajib bagi orang-orang 
     yang berat menjalankannya (jika 
     mereka tidak berpuasa) 
     membayar fidyah, (yaitu): 
     memberi makan seorang 
     miskin.”
     (Qs. al-Baqarah /2: 184).

     Hadits Nabi Muhammad SAW:

إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ قَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْحَامِلِ أَوِ الْمُرْضِعِ الصَّوْمَ. -رواه الخمسة-.

     Artinya :
     “Bahwa Rasulullah saw 
     bersabda : Sungguh Allah Yang 
     Maha Perkasa dan Maha Mulia 
     telah membebaskan puasa dan 
     separo shalat bagi orang yang 
     bepergian, dan membebaskan 
     pula dari puasa orang hamil dan 
     orang yang menyusui.” 
     [HR. Al-Khamsah].

Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Sanksinya :

1).Makan dan minum di siang hari
     pd bulan Ramadhan, puasanya
     batal, dan wajib menggantinya
     di luar bulan Ramadhan.

     Allah SWT berfirman:

وَآُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ- … البقرة  – 2: 187

     Artinya: 
     “Dan makan minumlah hingga 
     terang bagimu benang putih dari 
     benang hitam, yaitu fajar …” 
     (Qs. al-Baqarah/2: 187).

2).Senggama suami-isteri di siang
     hari pada bulan Ramadhan;
     puasanya batal, dan wajib
     mengganti puasanya di luar
     bulan Ramadhan, dan wajib
     membayar kifarah berupa:
     memerdekakan seorang budak;
     kalau tidak mampu harus
     berpuasa 2 (dua) bulan 
     berturut-turut; kalau tidak
     mampu harus memberi makan
     60 orang miskin, setiap orang 1
     mud makanan pokok.

     Dalam  suatu hadits disebutkan
     sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ هَلَكْتُ قَالَ مَا لَكَ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا قَالَ لاَ قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لاَ فَقَالَ فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لاَ قَالَ فَمَكَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ وَالْعَرَقُ الْمِكْيَالُ قَالَ أَيْنَ السَّائِلُ فَقَالَ أَنَا قَالَ خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ فَقَالَ الرَّجُلُ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّي يَا رَسُولَ اللهِ فَوَاللهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ. -رواه البخاري-

     Artinya:
     “Dari Abu Hurairah r.a. 
     (diriwayatkan bahwa) ia berkata :
     Ketika kami sedang duduk di 
     hadapan Nabi saw, tiba-tiba 
     datanglah seorang laki-laki, lalu 
     berkata : Hai Rasulullah, celakah 
     aku. Beliau berkata : Apa yang 
     menimpamu? Ia berkata : Aku 
     mengumpuli isteriku di bulan 
     Ramadhan sdg aku berpuasa. 
     Maka bersabdalah Rasulullah 
     saw: Apakah engkau dapat 
     menemukan budak yang engkau 
     merdekakan? Ia menjawab : 
     Tidak. 
     Nabi bersabdab: Mampukah 
     kamu berpuasa dua bulan 
     berturut-turut? 
     Ia menjawab : Tidak. 
     Nabi bersabda: Mampukah 
     engkau memberi makan enam 
     puluh orang miskin?
     Ia menjawab : Tidak. 
     Abu Hurairah berkata: Orang itu 
     berdiam di hadapan Nabi saw. 
     Ketika kami dalam situasi yang 
     demikian, ada seseorang yang 
     memberikan sekeranjang kurma 
     (keranjang adalah takaran), 
     Nabi saw bertanya : Dimana 
     orang yang bertanya tadi?
     Orang itu menyahut : Aku 
     (di sini). 
     Maka bersabdalah beliau : 
     Ambillah ini dan sedekahkanlah. 
     Ia berkata: Apakah aku
     sedekahkan kepada orang yang 
     lebih miskin daripada aku, hai 
     Rasulullah. Demi Allah, tidak ada
     di antara kedua benteng-kedua 
     bukit hitam kota Madinah ini 
     keluarga yang lebih miskin 
     daripada keluargaku. 
     Maka tertawalah Rasulullah saw 
     hingga nampak gigi taringnya, 
     kemudian bersabda: Berikanlah 
     makanan itu kpd keluargamu.”
     [HR. Al-Bukhariy].

Masalah Orang yang Lupa

     Orang yang makan atau minum 
     karena lupa di siang hari pada 
     bulan Ramadhan, dalam 
     keadaan berpuasa, tidaklah batal
     puasanya, dan harus 
     meneruskan puasanya tanpa 
     adanya sanksi apapun. Dalam 
     suatu hadits disebutkan sebagai 
     berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَآَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ. -رواه الجماعة-.

     Artinya :
     “Dari Abu Hurairah r.a. 
     (diriwayatkan bahwa) ia berkata: 
     Rasulullah saw bersabda : 
     Barangsiapa lupa sedang ia 
     berpuasa, lalu makan dan 
     minum, maka sempurnakanlah 
     puasanya, karena sesungguhnya
     Allahlah yang memberi makan 
     dan minum itu kepadanya.” 
     [HR. Al-Jama‘ah].

Hal-hal yang Harus Dijauhi Selama Berpuasa :

1).Berkata atau melakukan hal-hal
     yang tidak sesuai dengan ajaran
     Islam, seperti: berbohong,
     memfitnah, menipu, berkata
     kotor, mencaci maki, membuat
     gaduh, mengganggu orang lain,
     berkelahi, dan segala perbuatan
     yg tercela menurut ajaran Islam.

     Dasarnya adalah :

     Hadits Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ. -رواه الخمسة-.

     Artinya : 
     “Dari Abu Hurairah r.a. 
     (diriwayatkan bahwa ia berkata: 
     Rasulullah SAW telah bersabda: 
     Barang siapa yang tidak 
     meninggalkan perkataan bohong
     dan suka mengerjakannya, maka
     Allah tidak memandang perlu 
     orang itu meninggalkan makan 
     dan minumnya.” 
     [HR. Al-Khamsah].

     Hadits Nabi Muhammad saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا آَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِآُمْ فَلاَ يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَسْخَبْ فَإِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ. -رواه البخاري ومسلم-.

     Artinya :
     “Dari Abu Hurairah r.a. 
     (diriwayatkan bahwa) ia berkata :
     Bersabda Rasulullah saw: Jika 
     seseorang di antara kamu 
     berpuasa, maka janganlah 
     berkata kotor pada hari itu, dan 
     janganlah berbuat gaduh. 
     Jika dimarahi oleh seseorang 
     atau dimusuhinya, hendaklah ia 
     berkata: ‘saya sedang 
     berpuasa’.”
     [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

2).Berkumur atau istinsyaq secara
     berlebihan.

     Dasarnya adalah hadits Nabi 
     saw :

عَنْ لَقِيطِ بْنِ صَبُرَةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ أَخْبِرْنِي عَنْ الْوُضُوءِ قَالَ أَسْبِغِ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ اْلأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي اْلاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا. -رواه الخمسة-.

     Artinya :
     “Dari Laqith bin Saburah r.a. 
     (diriwayatkan bahwa) ia berkata :
     Saya berkata : Hai Rasulullah 
     terangkanlah kepadaku tentang 
     wudlu. 
     Rasulullah saw bersabda : 
     Ratakanlah air wudlu dan sela-
     selailah jari-jarimu, dan 
     keraskanlah dalam menghirup 
     air dalam hidung, kecuali jika 
     engkau sedang berpuasa.”
     [HR. Al-Khamsah].

3).Mencium isteri di siang hari,
     jika tidak mampu menahan
     syahwat. 
  
     Dasarnya adalah hadits Nabi
     Muhammad SAW:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ آَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ وَلَكِنَّهُ آَانَ أَمْلَكَكُمْ لإِرْبِهِ. -رواه الجماعة والنسائى-.
     Artinya :
     “Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan 
     bahwa) ia berkata : 
     Pernah Rasulullah SAW 
     mencium dan merangkul saya 
     dalam keadaan berpuasa. 
     Tetapi beliau adalah orang yang 
     paling mampu menahan 
     nafsunya.”
     [HR. Al-Jama‘ah dan An-Nasa’i].

Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Berpuasa

1). Mengerjakan Qiyamul-Lail
      (Shalat Tarawih).
  
      Dasarnya adalah hadits Nabi
      Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ آَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُهُمْ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. -رواه الشيخان-.

      Artinya :
      “Dari Abu Hurairah r.a. 
      (diriwayatkan bahwa) ia berkata:
      Rasulullah SAW menganjurkan 
      (shalat) qiyami Ramadhan 
      kepada mereka (para shahabat),
      tanpa perintah wajib. 
      Beliau bersabda: Barangsiapa 
      mengerjakan (shalat) qiyami 
      Ramadhan karena iman dan 
      mengharap pahala, niscaya 
      diampuni dosanya yang telah 
      lalu.”
      [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

2). Mengakhirkan makan di waktu
      sahur. 

      Dasarnya adalah hadits Nabi
      saw :

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ آُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِيْ أَهْلِيْ ثُمَّ تَكُوْنُ سُرْعَتِيْ أَنْ أُدْرِكَ السُّجُوْدَ مَعَ رَسُوْلِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رواه البخاري ، آتاب الصيام ، باب تأخير السحور- .

      Artinya : 
      Dari Sahl Ibnu Sa‘ad RA. 
      (diriwayatkan bahwa) ia berkata:
      Saya makan sahur di keluarga 
      saya, kemudian saya berangkat 
      terburu-buru sehingga saya 
      mendapatkan sujud (pd shalat 
      subuh) bersama Rasulullah saw
      [HR al-Bukhari, dalam 
      Kitab ash-Shiyam 
      Bab Ta’khir as-Sakhr].

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسٍوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ تَزَالُ أُمَّتِيْ بِخَيْرٍ ماَ عَجَّلُوْا اْلإِفْطَارَ وَأَخَّرُوْا السَّحُوْرَ -رواه أحمد-

      Artinya :
      “Dari Abu Dzarr (diriwayatkan 
      bahwa) ia berkata : 
      Rasulullah saw bersabda : 
      Umatku senantiasa dalam 
      keadaan baik selama mereka 
      menyegerakan berbuka dan 
      menta’khirkan sahur”
      [HR Ahmad]. 

3). Menyegerakan berbuka sebelum
      shalat Maghrib (ta‘jil). 

      Dasarnya adalah hadits Nabi
      Muhammad saw :

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ. -متفق عليه-.

      Artinya :
      “Dari Sahl bin Sa‘ad 
      (diriwayatkan bahwa) Rasulullah
      saw bersabda : 
      Orang akan selalu baik (sehat) 
      apabila segera berbuka.”
      [Muttafaq ‘Alaih].

4). Berdoa ketika berbuka puasa,
      dengan doa yang dituntunkan
      yang menunjukkan kepada rasa
      syukur kepada Allah SWT. 
      Misalnya do’a :

      Dzahabadh-dhama’u wabtallatil 
      ‘uruqu wa tsabatil ajru insya 
      Allah,

      Artinya :
      " Hilanglah rasa haus dan 
      basahlah urat-urat (badan) dan 
      insya Allah mendapatkan 
      pahala”.

      atau :

      Allahumma laka shumtu wa ‘ala 
      rizqika afthartu.

      Artinya : 
      "Ya Allah untuk-Mu aku 
      berpuasa dan karena rizki-Mu 
      aku berbuka"

      Hal ini diterangkan dalam hadis-
      hadis berikut :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ آَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ. -رواه أبو داود-.

      Artinya :
      “Dari Ibnu Umar r.a. 
      (diriwayatkan bahwa) ia berkata:
      Apabila Rasulullah SAW 
      berbuka, beliau berdoa :
      Dzahabadh-dhama’u wabtallatil 
      ‘uruqu wa tsabatil ajru insya 
      Allah  
      (Hilanglah rasa haus dan 
      basahlah urat-urat (badan) dan 
      insya Allah mendapatkan 
      pahala)”
      -HR. Abu Dawud-.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ آَانَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِذَا صَامَ أَفْطَرَ قَالَ اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ -رواه ابن أبي شيبة ، وأبو داود والبيهقي في شعب الإيمان- .

      Artinya :
      “Dari Abu Hurairah 
      (diriwayatkan bahwa) ia berkata:
      Adalah Nabi SAW apabila 
      berpuasa, beliau berbuka.
      Beliau mengucapkan 
      Allahumma laka shumtu wa ‘ala 
      rizqika afthartu (Ya Allah untuk-
      Mu aku berpuasa dan karena 
      rizki-Mu aku berbuka) 
      [HR Ibnu Abi Syaibah, juga 
      diriwayatkan oleh Abu Dawud 
      dan al-Baihaqi dalam Syu‘abul-
      iman].

5). Memperbanyak shadaqah dan
      mempelajari/membaca 
      Al-Qur’an.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ آَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَآَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ فِي آُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ. -متفق عليه-.

      Artinya :
      “Dari Ibnu Abbas RA. 
      (diriwayatkan bahwa) ia berkata:
      Rasulullah saw adalah orang 
      yang paling dermawan, apalagi 
      pada bulan Ramadhan, ketika 
      ditemui oleh Malaikat Jibril pd 
      setiap malam pada bulan 
      Ramadhan, dan mengajaknya 
      membaca dan mempelajari 
      Al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, 
      Rasulullah adalah lebih 
      dermawan daripada angin yang 
      ditiupkan.”
      [Muttafaq ‘Alaih].

6). Mendekatkan diri kepada Allah
      dengan cara i‘tikaf di masjid,
      terutama pada sepuluh hari
      terakhir bulan Ramadhan,
      sebagaimana dilakukan oleh
      Rasulullah SAW.

عَنْ بْنِ عُمَرَ قَالَ آَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي

الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. -متفق عليه-.

      Artinya :
      “Dari Ibnu Umar RA. 
      (diriwayatkan bahwa) ia berkata:
      Rasulullah SAW selalu beri‘tikaf       pd sepuluh hari yg penghabisan 
      di bulan Ramadhan.”
      [Muttafaq ‘Alaih].


Sumber : 
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah